0 items in your shopping cart

No products in the cart.

TANTRA & SEX

Tantra dan sex!

Ya sex yang indah. Bukan sex yang hanya sekedar mencari ejakulasi dan pelampiasan birahi untuk memuaskan nafsu semata, walau atas nama cinta.

Sex yang diagendakan, bukanlah sex ala tantra. Sex tiga kali seminggu, sex sekian kali, dan sex sebagai bentuk kewajiban antara suami istri juga bukan sex ala tantra. Sex seperti itu adalah sex ala binatang!

Sex untuk mencari kepuasan menandakan bahwa ia memang belum menemukan yang namanya kepuasan itu apa. Buktinya? Ia selalu mencari dan mengulangi untuk menemukannya. Ia belum menemukan kepuasan.

Tantra memang dikaitkan dengan sex, untuk itulah banyak ajaran tantra yang disalah artikan sebagai ajaran sex bebas. Sex bebas? Apabila arti bebas disini dimaknai sebagai bebas dari birahi sehingga menemukan Illahi, ya betul. Ini adalah sex bebas!

Sex bukan hanya pertemuan dua badan, namun juga pertemuan dua roh, dua jiwa, dan terbentuknya lautan energy.

Untuk inilah Tantra itu ada, yaitu sebuah peta untuk menemukan Tuhan di dalam sex. Sex adalah cara termudah untuk merasakan kehadiran Tuhan. Apabila sex dijadikan sebuah ibadah persembahan, maka sex adalah persembahan untuk menuju kepada Tuhan dengan cara yang paling gampang!

Lembaga Perkawinan bukanlah lembaga yang mengesahkan dua orang manusia untuk melakukan sex. Sex bisa dilakukan kapan saja, bahkan tanpa ikatan perkawinan itu sendiri. Yang jadi masalahnya bukan berdosa atau tidak berdosa. Namun sex yang dilakukan akan mempengaruhi ekologi yang ada atau tidak.

Bila sebuah sex membawa damai bukan saja bagi yang melakukan namun bagi lingkungannya juga, maka sex merupakan hasil yang tepat. Namun bila sebuah sex akan membawa kegaduhan, membawa bencana, membaca kekisruhan lingkungan, membawa pertengkaran, membawa kekacauan, maka sex merupakan hasil yang tidak tepat.

Timbulnya generasi-generasi kacau saat ini saat ini adalah tanggung jawab para orang tua pada saat sex mereka. Apa yang mereka perbuat sehingga energy yang terbawa di dalam pikiran generasi itu adalah pikiran kacau? Bagaimana sex para orang tua tersebut? Sekedar kewajibankah? Sekedar pelampiasan birahikah? Sekedar bila tidak sex akan pusing makanya melakukan sex?

Tantra adalah the art of worship in sex.

Sex sebagai sebuah seni persembahan. Pengetahuan tentang energy dan pikiran tentu saja diperlukan dalam hal sex ala tantra ini. Goal dari sex disini bukanlah ejakulasi, namun orgasme spiritual. Seorang laki-laki yang melakukan sex disini akan dapat ejakulasi tanpa mengeluarkan sperma. Dan ia dapat mengatur itu kapanpun ia mau.

Sex adalah permainan energy.

Untuk itu dua orang yang melakukan sex ia sedang bertukar energy. Energy yang satu mempengaruhi energy yang lain. Pada tahap ini, saat seorang laki-laki tahu bahwa sex adalah pertukaran energy, apakah mau berhubungan sex dengan para pelacur yang sudah tentu energy yang dibawanya sangat ‘acak kadut’ karena para pelanggan-pelanggan sebelumnya yang tentu saja meninggalkan vibrasi ‘antah berantah’ dalam dirinya?

Sex dapat digunakan sebagai sarana peningkatan kesadaran.

Pada saat sex berlangsung, energy pada dua orang sedang mengalami perputaran. Sebenarnya saat itu keduanya sedang terhubung dengan kesadaran yang lebih tinggi. Tinggal ia dapat memanfaatkan moment itu atau enggak. Kondisi dari sebuah ‘ecstasy’ pada saat sex adalah sebuah tanda bahwa ia sedang melampaui kesadaran jaga dan masuk ke dalam kesadaran terbuka untuk menerima apa saja dari alam semesta. Dua jiwa sedang berinteraksi dalam bahasanya untuk membawa ‘sesuatu’ dari alam yang lebih tinggi.

Ejakulasi dalam sex memboroskan energy. Untuk itu maka sperma tidak harus selalu dikeluarkan dan diolah kembali menjadi uap untuk dibawa naik sampai ke otak belakang. Fungsinya adalah energy inilah yang diperlukan pada saat ‘sakaratul maut’ agar jiwa dapat melepaskan diri dari jeratan badan. Apabila energy ini tidak cukup dan jiwa tidak bisa keluar dengan sendirinya, maka datanglah bantuan untuk mengeluarkannya. Bantuan ini yang dikenal sebagai ‘malaikat pencabut nyawa’. Ingat bahwa bantuan ini hanya akan berfungsi bila kita tidak mampu keluar dengan sendirinya. Mereka akan memaksa. Dan apapun yang dipaksa pasti akan terasa sangat sakit.

Untuk itulah ada sebuah tradisi untuk ‘tidak menikah’. Dasar dari filosofi tidak menikah tersebut bagi sebagian tradisi agama adalah untuk tidak memboroskan energy yang diperlukan nanti pada saat yang tepat.

Pada saat sex kitapun sedang menciptakan putaran energy. Bagi yang memahami kita dapat merasakannya kemana arah putaran energy yang kita buat. Apakah searah jarum jam atau berlawanan jarum jam? Ingat bahwa bila putaran energy yang kita buat adalah searah jarum jam artinya kita melakuan download energy dari atas kebawah. Orang yang tidak sadar akan hal ini, download yang dilakukan adalah sembarangan dan apapun juga masa bodoh.

Bila putaran energy adalah berlawanan jarum jam, maka energy yang dipunyai akan naik ke atas dan inilah yang menyebabkan peningkatan kesadaran

Jadi sex bukanlah sekedar pelampiasan birahi atas nama kepuasan. Namun sex adalah permainan energy yang mempengaruhi kehidupan selanjutnya. Sex adalah seni persembahan, karena sex adalah jalan termudah untuk merasakan keterhubungan dengan Tuhan.

 

Love & Blessing

Leave a response