0 items in your shopping cart

No products in the cart.

SEX TO AWARENESS

Sex sebagai media dasar pelepasan kebutuhan manusia bukanlah cinta.

Cinta dan sex merupakan dua hal yang berbeda. Dalam cinta tidak harus terjadi sex dan dalam sex bisa terjadi juga tanpa cinta.

Cinta ibu kepada anaknya adalah contoh bahwa cinta tidak harus berakhir dengan sex.

Dan tindakan sex di tempat pelacuran adalah contoh bahwa sex dapat dilakukan tanpa cinta. Walaupun ini juga dapat terjadi di kehidupan rumah tangga, bahwa seorang istri yang melayani suaminya hanya karena rutinitas saja, hatinya tidak disertakan, maka saat itu ia berlaku seperti pelacur yang hanya bertujuan memuaskan suaminya semata. Demikian pula dengan seorang suami yang memberlakuan sex hanya sebagai ajang pelepasan sperma, maka ia menganggap istrinya tak lebih sebagai pelacur yang hanya dibutuhkan tubuhnya saja.

Sex yang hanya dipahami sebagai pelepasan kebutuhan dasar atau birahi akan menimbulkan banyak masalah kehidupan, beberapa diantaranya adalah tidak dipahaminya kebersamaan dan cinta itu sendiri.

Dalam kehidupan spiritual manapun juga, melakukan sex dengan berganti-ganti pasangan sangat tidak dianjurkan. Alasannya bukan karena dosa dan hukuman neraka. Alasannya adalah dalam sex akan terjadi penyatuan dan pertukaran energi antar keduanya. Dan bisa dibayangkan apabila seorang laki-laki melakukan sex dengan banyak pelacur, maka energi dari pelacur yang tidak diketahui latar belakang pola pikir, kehidupan, dan emosinya, akan menyatu dengan energi laki-laki yang memakainya sebagai sex toys. Demikian juga akan terjadi dengan perempuan yang melakukan sex dengan banyak laki-laki.

Sebagai pasangan (laki dan perempuan) mereka sedang membangun ladang energi dalam hubungan sex mereka untuk perkembangan kehidupan mereka. Dan kadang hal ini di rusak karena salah satunya memasukkan energi dari orang lain dari tindakan sex dengan orang lain selain pasangannya.

Sex bukan hanya pelepasan birahi, bukan hanya bertujuan ejakulasi. Lebih dalam lagi, sex merupakan sarana untuk meningkatkan kesadaran manusia.

Kebanyakan seseorang melakukan sex dengan terburu-buru, yaitu asal keluar. Asal batang penis masuk ke lubang vagina dan terjadi ejakulasi, maka selesai! Sex yang demikian tidak membuat ladang energi dan tidak meningkatkan energi level kehidupan.

Yang menjadi penting bukan pada saat semprotan sperma saat ejakulasi, namun yang menjadi penting adalah bagaimana kita membangun energi dari awal sampai akhir permainan.

Saat awal bersama, jangan terburu-buru untuk memasukkan batang kemaluan ke vagina pasangan anda. Coba anda bangun energi terlebih dahulu. Caranya? Eksplorasi tubuh pasangan anda!

Dan ingat, lakukan sex ini dalam waktu selama mungkin anda menikmatinya.

Nikmati tubuh pasangan perempuan anda. Tubuh perempuan memang erotis. Setiap sentuhan anda dengan kulit masing-masing rasakan sampai kepada elektrik-elektrik tubuh. Sentuh kulit dengan menggeser sangat lembut sehingga anda masing-masing merasakan energi yang mengalir. Nikmati tubuh perempuan anda dari ujung kepala sampai ujung kaki. Ciumi lekuk-lekuk tubuhnya, atau jilati setiap bagian yang ada.

Bagi perempuan nikmati bagian tubuh laki-laki anda yang anda suka. Bagi yang suka melakukan oral, lakukan oral yang lama. Nikmati setiap sisi dan bagian tersembunyi dari ‘penis’ pasangan anda.

Bagian terpenting menjadikan sex sebagai meditasi adalah: menjadikan diri anda sebagai ‘witness’ atau saksi dari permainan sex anda.

Ini sangat penting! Saat memulai sex anda, maka anda bukan berdua, namun berempat! Diri anda dan anda yang menyaksikan, dan pasangan anda dengan dirinya yang menyaksikan.

Saat anda memulai meng-eksplorasi tubuh pasangan masing-masing, dari sana anda sudah membelah diri anda, yaitu anda yang menikmati tubuhnya dan anda yang menyaksikan anda sedang menikmati tubuhnya.

Dalam meditasi, inilah yang dinamakan mengambil jarak dengan pikiran.

Kebanyakan seseorang menikmati sex dan terlena dengan kenikmatan sehingga ia mengangap bahwa hanya dirinya yang terlibat sex, sehingga permainannya tidak berlangsung lama dan akhirnya ‘crot’ ejakulasi.

Mulai kegiatan sex anda dan jadilah ‘witness’ – saksi atas sex anda sendiri.

Energi mulai anda bangun saat eksplorasi tubuh tersebut. Mencium lehernya, dadanya, perutnya, pahanya, betisnya, dan bagian-bagian lain yang dapat mengeksplorasi elektrik-elektrik tubuh anda dan pasangan anda.

Saat anda mulai memasukkan batang kemaluan ke lubang vagina, maka rasakanlah seluruh kulit batang kemaluan anda menggesek vagina pasangan anda. Masukkan pelan dan tarik pelan. Saat sesi ini anda sebagai saksi dapat dengan jelas menyaksikan proses awal masuknya antar kemaluan anda. Jangan cepat-cepat sampai anda merasakan betul sebagai saksi atas sex anda ini.

Saat anda sudah merasa betul bahwa anda sebagai saksi (jarak pikiran anda) mulai menyaksikan sex tersebut, maka pada sesi anda harus menjadi liar!

Ya, saya katakan liar, karena dasar dari sex adalah liar. Eksplorasi energi dengan liarnya anda berdua. Mengerang, mendesah, atau bahkan berteriak mengaum. Tatap mata pasangan anda seakan anda ingin melumat sampai habis.

Bila anda melakukan sex dan tidak menjadi liar dalam sex, maka anda sedang dijajah oleh dogma pikiran. Ego anda berperan untuk menutupi diri anda yang sebenarnya. Dalam sex yang tertekan (tidak liar) anda masih berpikir tabu, malu, dan gengsi.

Tunjukkan erangan anda yang paling seksi dan paling keras kepada pasangan anda, tunjukkan desahan anda dan geliat tubuh anda yang paling erotis!

Saat anda mencapai puncak bersama-sama (walau kadang perempuan mencapainya terlebih dahulu, namun perempuan dapat mengulangi lagi untuk puncak bersama). Saat mencapai puncak tersebut, energi anda berdua menyatu. Anda bukan lagi dua, bukan lagi empat, namun satu. Dalam beberapa saat, anda hilang dalam penyatuan.

Dalam penyatuan energi tersebut, peluklah pasangan anda erat-erat agar perputaran energi yang ada menyelubungi anda, membalut anda dan merasuk ke dalam diri anda kembali.

Pertahankan posisi anda dan jangan buru-buru melepaskan diri masing-masing. Jangan terburu-buru untuk berpikir membersihan muntahan sperma dari vagina. Biarkan saja bila ia mengalir membasahi kain sprei kasur anda. Tetaplah peluk pasangan anda.

Dalam Tantra, ini disebut sebagai valley orgasme.

Dalam pelukan itu, nikmati nafas anda yang masih memburu. Peluk pasangan anda. Energi yang baru saja dicapai saat ejakulai (peak orgasme) sedang mencari balancing dalam diri anda. Dalam fase ini kembali anda eksplorasi tubuh pasangan anda kembali. Sentuh lembut setiap lekuk tubuhnya, sesekali cium bibirnya, usap lehernya, ciumi kembali dari ujung kepala sampai ujung kaki. Dalam fase ini energi yang meledak sedang anda redakan setelah penyatuan energi antara anda dan pasangan anda.

Anda masih sebagai saksi atas sex anda sampai pada sesi valley orgasme ini.

Bila anda menghadirkan ‘witness’ dalam permainan sex anda, maka anda sudah menjadikan sex sebagai media meditasi dan menjadikan sex sebagai jalan untuk mengembangkan awarness.

Jadi sex bukan hanya sebagai tujuan ejakulasi – yang penting keluar, namun sex dijadikan lahan untuk mengolah energi anda bersama.

Dan sex yang demikian (menghadirkan witness) akan menjadi sex yang indah tiada tara, karena bukan birahi yang mendorongnya, namun luapan cinta antara anda berdua.

Kegiatan sex yang seperti ini, tidak lagi menjadi sex yang rutin dan formal, apalagi membosankan. Namun menjadi seni yang indah tiap kali diselami. Bahkan ketika anda tidak sedang bersama pasangan anda. Anda sedang dalam kondisi sendiri, maka anda tinggal merecall kembali witness yang tadinya hadir dalam sex anda.

Tutup mata anda, hadirkan witness anda dan saksikan kembali apa yang pernah disaksikan oleh ‘witness’ anda tersebut. Dengan demikian, walaupuan tanpa pasangan, anda dapat mengolah energi yang sama dan memberdayakan energi tersebut dalam proses sex yang dilakukan oleh diri anda sebagai ‘witness’ tersebut.

Selamat mengolah sex sebagai seni kehidupan dan bukan sebagai ajang pelepasan sperma saja. Dan menjadilah liar dalam sex anda!

 

Love & Blessing

Leave a response