0 items in your shopping cart

No products in the cart.

MUHAMMAD, ISA & ALIEN

Pada saat apa yang digambarkan sebagai Jibril menghampiri Muhammad, membedah dadanya dan mencuci apa yang ada didalamnya, kondisi ini sama seperti ketika Isa hilang dalam umurnya selama 27 tahun.

Apa yang terjadi?

Kita akan memperhatikan sebuah peristiwa yang dinamakan seribu bulan dalam satu malam. Disini terjadi sebuah ‘lipatan’ waktu yang melebihi dari kecepatan cahaya itu sendiri.

Siapa yang mendatangi Muhammad? Dan siapa pula yang membawa Isa pergi selama 27 tahun hitungan bumi?

Muhammad dan Isa, sama-sama mempunyai visi ke depan yang jauh sekali. Artinya ia pernah keluar dari dimensi Bumi. Mereka keluar dari Bumi seperti penonton yang menonton sebuah pertandingan sepak bola. Para pemain tidak dapat rinci melihat serangan-serangan bola karena ada di dalam lapangan sepak bola. Sedangkan para penonton yang berada di luar lapangan sepak bola akan dapat melihat rinci serangan-serangan bola.

Muhammad dan Isa berani keluar dari ‘lapangan’ bumi untuk melihat secara rinci permainan-permainan bumi yang ada. Kemana mereka?

Kehidupan parallel, di mana apabila kehidupan yang ada hanya di bumi, maka alam semesta tentunya akan mempunyai banyak ruang kosong. Apa yang disimbolkan dengan nama ‘Alien’ tentu saja bukan secara harafiah diartikan seperti makhluk-makhluk di televise yang merupakan makhluk aneh dari luar angkasa dengan bentuk-bentuk yang asimetris.

‘Alien’ adalah symbol dari sebuah entitas yang berbeda dengan manusia. Karena ia adalah cahaya, maka tentu saja ia mewakili dari sifat-sifat cahaya itu sendiri. Seperti Muhammad dan Isa yang pernah didatangi oleh ‘Alien’ dan diajak untuk keluar dari Bumi sehingga mereka dapat melihat visi yang sangat jauh kedepan. Muhammad dan Isa mengunjungi masa depan mereka pada kehidupan parallel dengan dimensi yang berbeda. Oleh para ‘Alien’ yang pernah menculik mereka, mereka-pun terkaget-kaget seperti ucapan yang pernah dikatakan oleh Osho: Oh my God, there is no God!

Ketika loncatan itu dialami, maka kembali ucapan seperti ucapan Osho yang menjadi sebuah symbol: God is a problem, not a solution.

Mungkin banyak yang belum pernah di culik oleh ‘Alien’ sehingga masih bergumul dengan masalah agama. Padahal, jangankan agama, bahkan Tuhan itu sendiripun merupakan sebuah masalah! Mengapa Tuhan menjadi masalah? Karena dengan adanya Tuhan telah membentengi manusia dan menganggap bahwa agama itu sendiri adalah Tuhan.

Pada saat tanah Arab belum ‘beragama’, Negara-negara luar Arab bahkan di Nusantara telah mempunyai peradaban yang luhur, walaupun itu dikatakan sebagai budaya. Kemudian setelah turunnya nabi dan terjadi ekspansi kekuasaan penerus nabi pada masa-masa kepeninggalan nabi, maka konflik kekuasaan menjadi isu politik yang panas. Bahkan ajaran mulia tersebut dicampurkan dengan urusan politik kekuasaan. Dengan adanya konflik tersebut maka isu panas politisasi agama ‘ditunggangi’ oleh sebuah kekuatan raksasa dunia, hingga saat ini.

Kembali kepada ‘Alien’ ‘.

Entitas yang bukan manusia itu hingga kini juga masih sering turun ke bumi. Mereka memberikan visi jauh ke depan terhadap manusia yang telah menempa dirinya. Apa yang menjadi ciri utama manusia yang pernah diangkat oleh ‘Alien’ tersebut?

Alien ini berpesan bahwa saat ini dunia sudah tidak butuh Nabi lagi karena evolusi pikiran manusia yang sudah sangat maju.

Manusia-manusia yang sudah pernah di bawa alien akan melewati batas tembok perbedaan dalam hal apapun, karena ia pernah melihat dari atas rata-rata manusia melihat.

Lalu, apabila jumlah Nabi saat itu banyak, maka kenapa yang tertulis hanya yang merupakan ‘kroni’ dari keluarga yang menurunkan nabi tersebut? Apakah orang di luar garis keturunan nabi saat itu tidak bisa bahkan dilarang jadi Nabi? Apakah ‘jalur nabi’ ini juga merupakan konspirasi tingkat tinggi? Bapaknya Nabi, maka anaknya jadi Nabi, lalu keturuannnya juga jadi Nabi, demikian seterusnya.

Apabila memang demikian, maka kalimat Osho ini enak untuk diulang: Oh my God, there is no God!

Leave a response