0 items in your shopping cart

No products in the cart.

PERBEDAAN MEDITASI DAN HYPNOSIS

Hypnosis dan Meditasi adalah dua kata yang seperti karet, bisa ditarik ulur untuk dimasukkan dalam konteks apa saja, dan untuk keperluan apa saja, bahkan untuk kepentingan sebuah gagasan.

Hypnosis dapat ‘dipaksakan masuk’ ke ranah parenting, teaching, healing, reading, dan segudang hal lainnya. Meditasi juga dapat ‘dipaksakan masuk’ ke ranah healing, success, self empowerment, awareness, learning, dan segudang hal lainnya. Pada sebuah wilayah, Hypnosis dan Meditasi, masing-masing mempertahankan egonya untuk memperjuangkan eksistensinya bahwa masing-masing adalah wilayah yang terbaik.

Kelompok meditasi yang menyatakan dirinya lebih spiritual dari kelompok Hypnosis, akan mengatakan bahwa Hypnosis adalah permainan yang berbahaya bagi masyakarat, bagi pemberdayaan diri, dan mengakibatkan pembodohan pikiran. Untuk ini saya yakin bahwa 99% di antara mereka adalah tidak tahu hypnosis, belum pernah belajar hypnosis dan alergi terhadap hypnosis.

Kelompok Hypnosis yang menyatakan dirinya lebih ilmiah dari kelompok meditasi, lebih bersikap tidak menyentuh meditasi karena meditasi merupakan sikap yang membosankan dengan duduk diam dan menutup mata selama beberapa lama.

APAKAH HYPNOSIS DIGUNAKAN DALAM MEDITASI?

Bila kita memahami bahwa Hypnosis adalah sebuah tools untuk mengolah pikiran manusia, dan Meditasi adalah jalan untuk mencapai kondisi meditative (cara pandang luas), maka kebanyakan yang terjadi adalah pada kelompok Meditasi ada yang tidak tidak jujur dan sengaja tidak memberitahukan bahwa teknik-teknik dalam meditasi yang digunakan tersebut adalah sebuah Self Hypnosis.  Bahkan  ada sesi meditasi yang sebenarnya hal itu adalah sesi Self Hypnosis.

SEJAUH MANA HYPNOSIS DIGUNAKAN DALAM MEDITASI?

Bagi saya, tidak seharusnya meditasi menggunakan teknik hypnosis, kecuali hal itu digunakan sebagai first aid (pertolongan pertama) apabila seseorang belum dapat membantu dirinya sendiri untuk mengarahkan pikirannya. Namun apabila seluruh proses meditasi menggunakan sugesti dan ‘leading’ atau pengarahan pikiran bawah sadar dan memasukkan pesan-pesan tertentu, maka proses meditasi menjadi pemrograman pikiran secara tidak sadar.

Saya beri contoh sederhana sebuah sugesti dan leading dalam meditasi yang umum digunakan;

“Saat ini anda semakin rileks, dan menjadi sangat rileks. Dalam ketenangan batin anda, ada sebuah cahaya spiritual yang datang menghampiri anda. Cahaya tersebut masuk dari ubun-ubun kepala anda dan memenuhi seluruh tubuh anda. Tubuh anda saat ini diisi oleh cahaya dan memancarkan cahaya spiritual yang sangat terang.”

Bagi saya, proses di atas bukanlah meditasi, namun proses mengarahkan pikiran dan memasukkan pesan, sehingga orang yang melakukannya merasakan didatangi cahaya dan kemudian cahaya tersebut masuk ke tubuhnya dan akhirnya orang tersebut meyakini bahwa ia sekarang lebih bersinar karena cahaya spiritual tadi.

Ada juga seluruh proses yang dinamakan meditasi kebahagiaan, namun isinya adalah sugesti tentang kebahagiaan;

“Rasakan tubuh anda semakin tenang dan rileks. Kini mulai dari ujung kaki, rasakan bahwa anda sedang mengeluarkan sampah-sampah emosi anda. Seluruh tubuh anda dan organ-organ anda mengeluarkan sampah-sampah emosinya. Dan setelah ini, anda akan merasakan kebahagiaan karena sampah-sampah emosi telah anda buang. Tubuh anda ringan, pikiran anda jernih, hati anda tenang. Tarik nafas panjang dan hembuskan sambil bilang, “aku bahagia … “, kini, seluruh diri anda diliputi kebahagiaan.”

Ada juga yang menyarankan melakukan meditasi di pagi hari atau malam hari, namun isinya selama menutup mata diminta melakukan afirmasi, “Aku bahagia, aku ceria, aku sukses … Aku adalah orang yang penuh percaya diri, aku adalah orang yang menarik keberlimpahan dalam hidupku …” Afirmasi adalah Self Hypnosis, dan untuk itulah kegiatan afirmasi bukan kegiatan meditasi.

Pernahkah anda ikut sebuah sesi meditasi? Kalau pernah berapa persen di dalamnya yang isinya sugesti, afirmasi dan pengarahan pikiran anda? Atau bahkan mungkin seluruh sesi, dari awal hingga akhir semuanya pengarahan, bahwa pembimbing meditasi selalu memberikan ‘leading’ kepada pikiran anda? Ketahuilah bahwa saat itu anda tidak sedang bermeditasi, namun sedang mengikuti sesi hypnosis.

Apabila proses ‘leading’ yang mengatasnamakan meditasi ini lama dilakukan, maka efeknya seseorang akan merasakan kebahagiaan palsu. Apabila ia bertemu dengan makhluk cahaya, maka hal itu adalah hasil dari sugesti yang ditanamkan, demikian pula dengan penglihatan dan pengalaman lain yang sebelumnya sudah diberikan dalam sugesti-sugesti selama proses tutup mata dalam meditasi (yang sebenarnya bukan meditasi)

Lalu bagaimana dengan meditasi itu sendiri? Meditasi sendiri adalah kegiatan memperhatikan, yaitu memperhatikan pikiran kita sendiri. Dalam memperhatikan tentu saja tidak ada sugesti dan pengarahan. Apapun yang diperhatikan tidak diberi penilaian. Ada marah ya diperhatikan, ada kecewa ya diperhatikan, ada kesal atau senang ya diperhatikan. Demikian terus dilakukan, hanya memperhatikan dan semakin lama, semakin hari dalam proses memperhatikan tersebut akan terjadi perubahan-perubahan cara pandang secara otomatis terhadap masalah yang selama ini dialami dalam kehidupan. Perubahan atau pergeseran cara pandang inilah yang dinamakan memperluas cara pandang itu sendiri tanpa adanya pengarahan dan sugesti.

Bahkan ketika anda mulai menutup mata dan anda mendengar suara pembimbing meditasi yang mengatakan, “Saat ini rasakan diri anda mulai .. bla bla bla ….. rasakan bahwa otot-otot anda mulai rileks .. dan seterusnya … “ Maka sekali lagi bahwa saat itu anda tidak sedang mengikuti meditasi, namun sedang mengikuti sesi hypnosis.

Meditasi membebaskan diri manusia sepenuhnya untuk menjadi pengamat atas dirinya sendiri, untuk itulah tidak diperlukan sugesti. Karena sugesti akan menjadikan manusia yang satu menjadi seperti apa yang disugestikan manusia lainnya.

Mengapa banyak pembimbing meditasi yang menggunakan Teknik Self Hypnosis dalam sesi meditasinya? Mungkin karena untuk mengejar goal atau keberhasilan yang harus cepat dirasakan oleh pesertanya. Ya, dengan teknik implant ini, apapun dapat dengan cepat dimasukkan ke dalam program pikiran, termasuk kebahagiaan, lepas dari masalah, keceriaan, bahkan datangnya makhluk-makhluk spiritual ke dalam hidupnya. Namun sekali lagi, karena hal tersebut hanyalah ‘implant’ dari pikiran maka semua yang dirasakan merupakan pengalaman semu yang menyebabkan ketergantungan terhadap sugesti yang sama.

Meditasi, sebagai sebuah proses mengamati pikiran dan diri sendiri tentu saja tidak ada yang instan. Proses alami menjadi pengamat ini memerlukan waktu yang berkesinambungan sehingga setiap peristiwa yang hadir dalam kehidupan, entah itu baik atau buruk, suka atau duka, gagal atau sukses, tidak dipilihnya salah satu dan tidak untuk dihilangkan salah satunya.

Semoga dengan pemahaman ini semua, anda tahu kegiatan apa yang sedang anda ikuti saat ini, apakah itu proses hypnosis atau proses meditasi? Atau anda mau memberikan komen di sini bahwa anda ditawari meditasi yang ternyata isinya proses hypnosis?

 

Love & Blessing

1 Comment

Leave a response