0 items in your shopping cart

No products in the cart.

BILA BUDHA LAHIR

Ayahnya yang memang seorang cendikia berkata padanya,

“Apa? Kamu akan mengajari bapakmu? Aku hidup lebih lama darimu. Yang kupelajari lebih banyak. Aku membaca kitab tua tentang kebijaksanaan. Apa yang kau bicarakan aku sudah tahu semua. Hidup adalah misteri, saat ini adalah anugerah (blessing), bapak lebih tahu darimu nak. Bapak belajar itu sebelum kamu lahir.”

Buddha menjawab, “Betul pak. Tentu saja pengetahuan bapak lebih banyak dari saya. Lebih pintar dari sana. Apa yang bapak pelajari lebih banyak dari saya karena bapak hidup lebih dulu dari saya. Namun apa yang saya bawa bukanlah pengetahuan seperti itu. Bapak selama ini terjebak dengan pengetahuan itu sendiri.”

Tentu saja kata-kata itu membakar ego bapaknya, membuat geram karena merasa diajari anaknya. Namun demikianlah Buddha Ia hadir bukan untuk menambah pengetahuan namun untuk membuang semua pengetahuan yang dimiliki seseorang.

Namun sayang, orang seperti Buddha tidak akan laku menjadi komoditas pelatihan. Ketika orang datang dan tanya,

“Apa yang akan saya dapat disini?”

Jawabannya tentu saja sangat mengagetkan: “kamu tidak akan mendapatkan apa-apa. Kamu justru akan kehilangan semua pengetahuanmu!”

Dan ternyata banyak yang tidak siap ketika Buddha hadir kembali.

Love & Blessing

Leave a response