0 items in your shopping cart

No products in the cart.

BERSAMA ALIEN

Dalam beberapa hari ini, saya sedang mendapatkan inbox dari seseorang yang bercerita bahwa ia pernah diculik sama Alien.

Pada dasarnya saya nggak suka mendengarkan hal-hal seperti ini. Karena bagi saya yang penting adalah ‘result’ pengalaman, bukan pengalaman itu sendiri. Namun saya sengaja membalas inbox tersebut agar mendapatkan ‘intensi’ dari si pengirim, karena dengan dia mengirim inbox kepada saya, tujuannya hanya satu yaitu; konfirmasi pembenaran pengalamannya.

Sesungguhnya pengalaman apapun, bahkan pengalaman bertemu dengan Nabi sekalipun hanya akan menjadi ‘ilusi mind’ atau hanya menjadi sebuah ‘bunga tidur’ ketika pengalaman tersebut tidak membawa perubahan dalam kehidupan kearah yang lebih memberdayakan.

Ada dua pengalaman yang sering disalah artikan dan dirasakan sama, yaitu pengalaman hasil dari collective memory dan pengalaman hasil ‘pemberian’ dari area di luar pikiran.

Seseorang tiba-tiba mendapatkan pengetahuan yang dia anggap sebelumnya tidak dia ketahui. Padahal pengetahuan tersebut dapat berasal dari collective memory ataupun juga dari area di luar pikiran manusia (Infinite Intelligence). Sekarang apa peduli anda dengan pengetahuan itu berasal dari mana? Yang jelas harus anda pedulikan adalah, apa manfaat pengetahuan tersebut bagi pemberdayaan orang banyak? Darimanapun ia berasal, apabila ia bermanfaat, memberdayakan, maka lupakanlah asalnya!

Setelah panjang lebar saya menanggapi inboxnya, maka akhirnya tibalah dia mengeluarkan kalimat yang merupakan permintaan konfirmasi dirinya:

“Saya ingin bertanya, apa yang anda rasakan mengenai diri saya? Tolong dijawab.”

Saya tahu bahwa pertanyaan tersebut adalah ungkapan ketidak percayaan dirinya akan pengalaman yang ia rasakan. Ia ingin konfirmasi dan penegasan dari orang lain bahwa pengalamannya benar.

Dan atas pertanyaan tersebut, saya menjawabnya:

“Saya tidak berurusan dengan apa yang saya rasakan dengan siapapun juga. Bahkan satu hal yang selalu saya tanyakan pada setiap orang adalah: tindakan bermanfaat bagi orang banyak apa yang telah kamu lakukan setelah apa yang kamu rasa kamu alami tersebut?”

Dia melanjutkan dengan pertanyaan lagi:

“Kapan pertama kali anda kontak dengan “Pribadi Tinggi”? Dan apa saja yang mereka lakukan pada anda? Mungkin saya tidak sopan namun dengan samanya pemikiran kita saya anggap anda sebagai sahabat saya.”

Saya menjawabnya lagi:

“Saya menganggap pengalaman saya tersebut sudah tidak ada, dan sudah menguburnya dalam2. Yang terpenting bagi saya sekarang adalah, berbuat hal yang bermanfaat bagi kehidupan.

Untuk apa hal2 itu dibesar-besarkan? pengalaman2 itu menjadi NOL BESAR apabila hasilnya tidak ada dalam kehidupan.”

Dengan hal diatas, marilah kita belajar, bahwa apapun yang ditimbulkan oleh pikiran, tentang pengalaman apapun, adalah sebuah ILUSI apabila itu hanya menjadi ‘rongsokan pikiran’ yang tidak membuahkan hasil tindakan apapun juga dalam kehidupan.

Untuk itu, apabila dalam ber-meditasi dan menutup mata, ketika anda sedang melakukan perjalanan ke dalam diri anda dan bertemu dengan Nabi/Orang suci/Master manapun juga, maka Bunuhlah ia!

Pengalaman apapun yang anda alami dalam meditasi anda, sekali lagi adalah Ilusi pikiran anda sendiri! Ia baru menjadi sebuah pengalaman yang bukan Ilusi apabila ia membawa perubahan dalam kehidupan anda yang juga membawa pemberdayaan bagi orang banyak di sekeliling anda.

Kalau sekarang anda berkata kepada saya, “Pak saya bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad, atau saya bermimpi sudah diajak ke Surga, atau saya telah diculik oleh ‘pribadi tinggi’ atau alien dan mendapatkan pengetahuan spiritual, atau dalam meditasi saya telah didatangi oleh syekh, wali, budhha, dan lain lain,

Maka dengan tegas saya jawab, “So What?”

 

Love & Blessing

2 Comments

    Leave a response